Minggu, 11 Oktober 2015

Nama Kelompok 2 Linguistik Umum PBSI 2015



KELOMPOK   2

NAMA
Biyun Hardiyono (A1B115027)
Riska Febrianty (A1B115045)
Rafika Maunayulia (A1B115040)
Nur Cinthia (A1B115016)
Noor Haida I. (A1B115015)
Sifa Nurazizah (A1B115020)
Sopiah (A1B115021)
Noor Hanifah (A1B115037)
Munawarah (A1B115014)
Yuliana (A1B115026)

Materi 3



Pertanyaan
1.      Linguistik dilihat dari bidangnya yang dibedakan menjadi tiga yaitu
- Linguistik Umum
- Linguistik Teoritis
- Linguistik Terapan
Jelaskan dan berikan contoh!
2.      Linguistik dilihat dari sifat telaah dibedakan menjadi dua
-  Linguistik mikro
-  Linguistik makro
Jelaskan dan berikan contoh!
3.      Linguistik memiliki pendekatan objek dibedakan menjadi lima
-  Linguistik Deskriptif
-  Linguistik Historiskomperatif
-  Linguistik Kontratif
-  Linguistik Sinkronis
-  Linguistik Diakronis
Jelaskan dan berikan contoh!
4.      Linguistik tautan ilmu lain meliputi
-  Psikologi
-  Sosiologi
-  Antropologi
Jelaskan dan berikan contoh!
5.      Linguistik berdasarkan penerapan
-  Dialektologi
-  Leksikologi
-  Leksikostatistik
Jelaskan dan berikan contoh!



1.      Linguistik Umum: memberikan gambaran umum tentang suatu bahasa sehingga menghasilkan teori bahasa yang bersangkutan. Pada linguistik umum diberikan ciri umum bahasa manusia, diuraikan secara sederhana, umum, cepat dan objektif. Linguistik umum memberikan informasi mengenai teori prosedur kerja dan paham-paham yang berkembang dalam linguistik, seperti morfologi, fonologi, semantik dan sintaksis. Contohnya teori evolusi yang diasumsikan oleh Darwin.
Ø  Linguistik teoristis: yaitu bidang linguistik yang mengkaji dan mengupas bahasa untuk mendapatkan kaidah yang berlaku dalam bahasa. Linguistik teoristis ada yang bersifat umum dan bersifat khusus. Linguistik yang bersifat umum disebut linguistik umum yang berusaha memahami ciri-ciri umum dari berbagai bahasa. Linguistik teoritis yang khusus berusaha menyelidiki ciri-ciri khusus dalam bahasa tertentu. Contohnya seperti dalam pengajaran bahasa, terjemahan, penyusunan kamus dan sebagainya.
Ø  Linguistik terapan: bidang antardisiplin yang mengidentifikasi, menginvestigasi dan menawarkan solusi bagi masalah dunia nyata yang terkait dengan bahasa. Beberapa bidang ilmu yang terkait dengannya antara lain adalah pendidikan linguistik, psikologi, antropologi dan sosiologi. Cabang ilmu ini adalah leksikografi, pragmatika dan penerjemahan, seperti mendalami fonologi, morfologi, sintaksis, wacana, semantik, dan pragmatig. Contohnya, linguistik diterapkan untuk penyusunan kamus, pengajaran bahasa, dan pembinaan bahasa.


2.      Linguistik Mikro: sifat telaahnya lebih sempit (bersifat internal), hanya melihat bahasa sebagai bahasa yang meneropong kegiatan yang kita jumpai dalam bahasa saja. Misalnya fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
Ø  Linguistik Makro: sifat telaahnya lebih luas (bersifat eksternal) meneropong kegiatan bahasa pada bidang ekonomi dan sejarah. Kajiannya mengacu pada struktur eksternal bahasa. Bahasa digunakan untuk melihat bahasa dengan sudut pandang dari luar faktor-faktor kebahasaan. Misalnya sosiolinguistik, antropolinguistik, psikoloinguistik dan neurolinguistik.



3.      Linguistik deskriptif: melihat dan menggambarkan bahasa dengan apa adanya. Misalnya dalam meneliti UUD Sultan Adam, bahasa yang menjadi sorotan adalah bahasa yang hidup sekarang, menggunakan bahasa ketika mengadakan penelitian yaitu bahasa Banjar.
Ø  Linguistik Historiskomperatif: yaitu membandingkan dua bahasa atau lebih dalam  periode yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menemukan titik persamaan dan perbedaan sehingga dapat menentukan kekerabatan bahasa. Misalnya, penelitian terhadap bahasa Gorontalo, Atinggola, dan Suwawa pada tahun 1950 dan 1980.
Ø  Linguistik Kontrastif: membandingkan bahasa pada periode tertentu. Umumnya linguistik kontrastif dilakukan untuk menemukan persamaan dan perbedaan bahasa, baik pada tingkat fonologis, morfologis, maupun sintaksis. Misalnya penelitian terhadap bahasa Jawa, Madura dan Sunda pada jaman Kerajaan Majapahit.
Ø  Linguistik Sinkronis: menyelidiki bahasa pada waktu tertentu. Linguistik sinkronis tidak membandingkan bahasa dengan bahasa lain, dan juga tidak membandingkan periode waktunya dengan periode waktu yang lain. Sifatnya horizontal. Misalnya peneltian terhadap bahasa Gorontalo pada masa pendudukan Jepang.
Ø  Linguistik Diakronis : menyelidiki perkembangan bahasa dari masa kemasa. Bersifat vertikal. Misalnya penelitian terhadap bahasa Gorontalo sejak mula adanya sampai sekarang.



4.      Psikologi: Digunakan dalam ilmu kebahasaan untuk menganalisis pemerolehan bahasa yang diakibatkan oleh gangguan psikologis seseorang. Kombinasi psikologi dengan ilmu kebahasaan melahirkan psikolinguistik yang menjadikan bahasa sebagai objeknya. misalnya proses perkembagan bahasa pada anak-anak, proses belajar-mengajar bahasa, proses terjadinya percampuran pemakaian bahasa oleh orang yang menguasai dua bahasa atau lebih. Dalam psikolinguistik, bahasa dilibatkan pada masalah pengaruh proses psikis terhadap pelaksanaan bahasa.
Ø  Antropologi: mempelajari hubungan antara bahasa, penggunaan bahasa dan kebudayaan pada umumnya. misalnya struktur dan hubungan kekeluargaan melalui istilah kekerabatan, konsep warna, pola pengasuhan anak, atau menelaah bagaimana anggota masyarakat saling berkomunikasi pada situasi tertentu seperti pada upacara adat, lalu menghubungkannya dengan konsep budayanya.
Ø  Sosiologi: ilmu yang mempelajari sosial-kemasyarakatan tertentu, dapat dimanfaatkan dalam ilmu kebahasaan sehingga lahirlah sosiolinguistik yang mempelajari hubungan antara aspek sosial dengan kegiatan berbahasa. Sebagai contoh dapat dikemukakan pemakaian ragam bahasa jawa (kasar = ngoko, halus = kromo) disebabkan oleh sifat hubungan (perbedaan tingkat sosial, ekonomi, keakraban, dan sebagainya) antara pembicara dan pendengar.



5.      Dialektologi: mempelajari serta membandingkan bahasa- bahasa yang serumpun untuk mencari persamaan dan perbedaannya. Disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi. Misalnya pada glos “kuintal” semua dusun menjawab sama
Ø  Leksikologi: adalah ilmu yang berkaitan dengan kosakata. Digunakan untuk mempelajari munculnya kata pada suatu bahasa , perubahan makna akibat perubahan daerah, pemakaian dan masa pemakaian, serta pemakaian kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kata masak yang mempunyai beberapa arti dalam pemakaian kata-kata dalam kehidupan sehari-hari: sudah sampai tua hingga harus dipetik.
Ø  Leksikostatistik: ilmu yang mempelajari umur kata sejak mula adanya dengan menggunakan rumus-rumus statistik. Digunakan untuk menentukan bahasa induk atau bahasa proto. Misalnya pada bangsa Spanyol, Perancis, dan Portugis yang meninggalkan bahasa asli dan menerima bahasa latin sebagai bahasa sehari-hari.

Materi 4

Sejarah dan Perkembangan Linguistik

Sejarah dan perkembangan linguistik terbagi menjadi lima periode utama, yaitu :

1.      Zaman Yunani Kuno (Abad ke-5 S.M). Dengan ciri dan dasar filsafat yang melekat erat pada pemikir-pemikir pada zaman ini. Yaitu membahas tentang asal usul bahasa yang digunakan oleh umat manusia, dan dalam masa ini fokus kajiannya adalah sebagai berikut :

·         Pertentangan antara Fisis dan Nomos. Fisis yaitu alami, bahwa bahasa memiliki hubungan dengan asal-usul sumber dalam prinsip-prinsip pribadi dan tidak dapat diganti, sedangkan Nomos yaitu  konvensi, bahwa bahasa itu diperoleh dari hasil kebiasaan dan teradisi dan hukumnya tidaklah tetap dan bisa berubah.

·         Pertentangan antara Analogi dan Anomaly. Analogi adalah bahasa yang bersifat teratur, sedangkan Anomali adalah bahasa yang bersifat tidak teratur.

·         Kaum Shopis

Melakukan kerja empiris, menggunakan ukuran tertentu, mementingkan retorika dalam studi dan membedakan kalimat berdasarkan isi dan makna.

·         Plato

Dalam kajiannya, Ia masih memperdebatkan analogi dan anomali, kemudian membuat batasan bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantara onomatha dan rhemata dan plato jugalah yang pertama kali membedakan antara onoma dan rhema. Onoma adalah nama (dalam bahasa sehari-hari), nomina (dalam tata bahasa), subjek. Sedangkan Rhema adalah ucapan (dalam bahasa sehari-hari), verba (dalam tata bahasa), predikat.

·         Aristotales

Dalam kajiannya, Ia membagi kelas kata menjadi tiga bagian yaitu onoma, rhema, dan syndesmoy. Adapun yang dimaksud dengan “Syndesmoy” adalah preposisi dan konjungsi. Aristotales juga membedakan jenis kelamin kata menjadi tiga yaitu : maskulin, feminim, dan neutrum.

·         Kaum Stalk

Mengembangkan penelitian bahasa sebagai berikut :

a)      Membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.

b)      Menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa.

c)      Membagi tiga komponen studi bahasa yaitu : tanda (sign, symbol, semionim), makna dan hal yang berada diluar bahasa.

d)     Membedakan antara legein (bunyi fonologi yang bermakna) dan propheral (bunyi bahasa yang bermakna).

e)       Membagi jenis kata menjadi empat bagian yaitu: kata benda, kata kerja, syndesmoy dan arthoron.

f)       Membedakan kata kerja menjadi kata kerja komplit dan tak komplit serta kata kerja aktif dan pasif.

·         Kaum Alexandrian

Menciptakan buku dengan judul Dionysius Thrax yang menjadi cikal bakal tata baahasa tradisional.

2.      Zaman Romawi

Studi bahasa pada zaman ini merupakan kelanjutan dari studi yang telah dilakukan pada masa Yunani Kuno.

Varro dan “De Langua Latina” Merupakan sebuah buku yang ditulis oleh Varro yang berisikan penjelasan tentang :

a)      Etimologi : mempelajari asal-usul kata beserta artinya.

b)      Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya, serta mempelajari deklinasi (yaitu perubahan bentuk berdasarkan kategori, kasus, jumlah dan jenis) dan deklinasi ini dibagi menjadi dua yaitu : naturalis dan voluntaris.

Institutiones Grammaticae (tata bahasa priscia)

Buku Priscia ini merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap dan merupakan tonggak pembicaraan bahasa tradisional.

Buku ini berisikan tentang :

a)      Fonologi: membicarakan istilah Litterae (yaitu bagian terkecil bunyi yang dapat diartikan).

b)      Morfologi: membicarakan istilah Dictio (yaitu bagian minimum ujaran yang harus diartikan terpisah dalam makna sebagai  satu keseluruhan).

c)      Sintaksis: membicarakan istilah Oratio (yaitu tata susun kata berselaras yang menunjukan kalimat itu selesai).

3.      Zaman Pertengahan

Terdapat tiga pembahasan dan kajian yang perlu diperhatikan pada periiode ini, yaitu :

a)      Kaum Modiste Pada masa ini berkembang pesatnya kejian tentang etimologi bahasa.

b)      Tata Bahasa Spekulativa Menurut tata bahasa ini, kata tidak secara langsung mewakili alam dan benda yang ditunjuk, tetapi hanya mewakili dalam berbagai cara, modus, substansi, aksi, kualitas dan lain sebagainya.

c)      Petrus Hipanus dengan bukunya Summitae Logicales:

d)     Memasukkan psikologi dalam bahasa.

e)      Membedakan Nomen menjadi dua macam yaitu : Substantivum dan Adjectivum.

f)       Membedakan Partes Orationes menjadi Categorimatek (semua bentuk yang dapat menjadi subjek atau predikat) dan Syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya).

4.      Zaman Renaisans

Zaman ini dianggap sebagai abad pembuka bagi pemikiran modern. Bahasa Ibrani dan Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan dan sesungguhnya kedua bahasa tersebut merupakan dua bahasa serumpun dan dalam perkembangannya, studi bahasa sejalan dengan perkembangan linguistik bahasa Arab yang memang sudah lebih dahulu memperoleh kemajuan, karena kedudukannya sebagai bahasa kitab suci agama Islam, yaitu Al-Qur’an. Terdapat dua aliran linguistik terkemuka Arab, Basrah dan Kufah. Basrah (menganut konsep analogi dari Yunani), sehingga mengacu pada kereguleran dan kestatisan bahasa. Sedangkan Kufah (menganut konsep anomali), mengacu pada keanekaragaman bahasa. Tokoh Arab Sibawaihi, dalam bukunya Al-‘Ayn, membagi kata menjadi  : Ismun (nomen), fi’lun (verbum), harfun (partikel). Sementara itu, disisi lain, bahasa Eropa, serta bahasa diluar Eropa, lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan untuk kegiatan politik, perdagangan dan sebagainya.

Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Periode ini merupakan baabak baru dalam kajian linguistik, yaitu dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik.

5.      Linguistik Abad ke-20

Yaitu periode linguistik modern atau puncak strukturalisme, karena linguistik pada periode ini telah menjadi bidang kajian yang otonom.