Pertanyaan
1. Linguistik
dilihat dari bidangnya yang dibedakan menjadi tiga yaitu
- Linguistik Umum
- Linguistik Teoritis
- Linguistik Terapan
Jelaskan dan berikan contoh!
2. Linguistik
dilihat dari sifat telaah dibedakan menjadi dua
-
Linguistik mikro
-
Linguistik makro
Jelaskan
dan berikan contoh!
3. Linguistik
memiliki pendekatan objek dibedakan menjadi lima
-
Linguistik Deskriptif
-
Linguistik Historiskomperatif
-
Linguistik Kontratif
-
Linguistik Sinkronis
-
Linguistik Diakronis
Jelaskan
dan berikan contoh!
4. Linguistik
tautan ilmu lain meliputi
-
Psikologi
-
Sosiologi
-
Antropologi
Jelaskan
dan berikan contoh!
5. Linguistik
berdasarkan penerapan
-
Dialektologi
-
Leksikologi
-
Leksikostatistik
Jelaskan
dan berikan contoh!
1. Linguistik
Umum: memberikan gambaran umum tentang suatu bahasa sehingga menghasilkan teori
bahasa yang bersangkutan. Pada linguistik umum diberikan ciri umum bahasa
manusia, diuraikan secara sederhana, umum, cepat dan objektif. Linguistik umum
memberikan informasi mengenai teori prosedur kerja dan paham-paham yang berkembang
dalam linguistik, seperti morfologi, fonologi, semantik dan sintaksis. Contohnya teori evolusi yang diasumsikan oleh Darwin.
Ø Linguistik
teoristis: yaitu bidang linguistik yang mengkaji dan mengupas bahasa untuk
mendapatkan kaidah yang berlaku dalam bahasa. Linguistik teoristis ada yang
bersifat umum dan bersifat khusus. Linguistik yang bersifat umum disebut
linguistik umum yang berusaha memahami ciri-ciri umum dari berbagai bahasa.
Linguistik teoritis yang khusus berusaha menyelidiki ciri-ciri khusus dalam
bahasa tertentu. Contohnya seperti dalam pengajaran bahasa, terjemahan,
penyusunan kamus dan sebagainya.
Ø Linguistik
terapan: bidang antardisiplin yang mengidentifikasi, menginvestigasi dan
menawarkan solusi bagi masalah dunia nyata yang terkait dengan bahasa. Beberapa
bidang ilmu yang terkait dengannya antara lain adalah pendidikan linguistik, psikologi,
antropologi dan sosiologi. Cabang ilmu ini adalah leksikografi, pragmatika dan
penerjemahan, seperti mendalami fonologi, morfologi, sintaksis, wacana,
semantik, dan pragmatig. Contohnya, linguistik
diterapkan untuk penyusunan kamus, pengajaran bahasa, dan pembinaan bahasa.
2. Linguistik
Mikro: sifat telaahnya lebih sempit (bersifat internal), hanya melihat bahasa
sebagai bahasa yang meneropong kegiatan yang kita jumpai dalam bahasa saja.
Misalnya fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
Ø Linguistik
Makro: sifat telaahnya lebih luas (bersifat eksternal) meneropong kegiatan
bahasa pada bidang ekonomi dan sejarah. Kajiannya mengacu pada struktur
eksternal bahasa. Bahasa digunakan untuk melihat bahasa dengan sudut pandang
dari luar faktor-faktor kebahasaan. Misalnya sosiolinguistik, antropolinguistik,
psikoloinguistik dan neurolinguistik.
3. Linguistik
deskriptif: melihat dan menggambarkan bahasa dengan apa adanya. Misalnya dalam
meneliti UUD Sultan Adam, bahasa yang menjadi sorotan adalah bahasa yang hidup
sekarang, menggunakan bahasa ketika mengadakan penelitian yaitu bahasa Banjar.
Ø Linguistik
Historiskomperatif: yaitu membandingkan dua bahasa atau lebih dalam periode yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk
menemukan titik persamaan dan perbedaan sehingga dapat menentukan kekerabatan
bahasa. Misalnya, penelitian terhadap bahasa Gorontalo, Atinggola, dan Suwawa
pada tahun 1950 dan 1980.
Ø Linguistik
Kontrastif: membandingkan bahasa pada periode tertentu. Umumnya linguistik
kontrastif dilakukan untuk menemukan persamaan dan perbedaan bahasa, baik pada
tingkat fonologis, morfologis, maupun sintaksis. Misalnya penelitian terhadap
bahasa Jawa, Madura dan Sunda pada jaman Kerajaan Majapahit.
Ø Linguistik
Sinkronis: menyelidiki bahasa pada waktu tertentu. Linguistik sinkronis tidak
membandingkan bahasa dengan bahasa lain, dan juga tidak membandingkan periode
waktunya dengan periode waktu yang lain. Sifatnya horizontal. Misalnya
peneltian terhadap bahasa Gorontalo pada masa pendudukan Jepang.
Ø Linguistik
Diakronis : menyelidiki perkembangan bahasa dari masa kemasa. Bersifat
vertikal. Misalnya penelitian terhadap bahasa Gorontalo sejak mula adanya
sampai sekarang.
4. Psikologi:
Digunakan dalam ilmu kebahasaan untuk menganalisis pemerolehan bahasa yang
diakibatkan oleh gangguan psikologis seseorang. Kombinasi psikologi dengan ilmu
kebahasaan melahirkan psikolinguistik yang menjadikan bahasa sebagai objeknya.
misalnya proses perkembagan bahasa pada anak-anak, proses belajar-mengajar
bahasa, proses terjadinya percampuran pemakaian bahasa oleh orang yang
menguasai dua bahasa atau lebih. Dalam psikolinguistik, bahasa dilibatkan pada
masalah pengaruh proses psikis terhadap pelaksanaan bahasa.
Ø Antropologi:
mempelajari hubungan antara bahasa, penggunaan bahasa dan kebudayaan pada
umumnya. misalnya struktur dan hubungan kekeluargaan melalui istilah
kekerabatan, konsep warna, pola pengasuhan anak, atau menelaah bagaimana
anggota masyarakat saling berkomunikasi pada situasi tertentu seperti pada
upacara adat, lalu menghubungkannya dengan konsep budayanya.
Ø Sosiologi:
ilmu yang mempelajari sosial-kemasyarakatan tertentu, dapat dimanfaatkan dalam
ilmu kebahasaan sehingga lahirlah sosiolinguistik yang mempelajari hubungan
antara aspek sosial dengan kegiatan berbahasa. Sebagai contoh dapat dikemukakan
pemakaian ragam bahasa jawa (kasar = ngoko, halus = kromo) disebabkan
oleh sifat hubungan (perbedaan tingkat sosial, ekonomi, keakraban, dan
sebagainya) antara pembicara dan pendengar.
5. Dialektologi:
mempelajari serta membandingkan bahasa- bahasa yang serumpun untuk mencari
persamaan dan perbedaannya. Disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi.
Misalnya pada glos “kuintal” semua dusun menjawab sama
Ø Leksikologi:
adalah ilmu yang berkaitan dengan kosakata. Digunakan untuk mempelajari
munculnya kata pada suatu bahasa , perubahan makna akibat perubahan daerah,
pemakaian dan masa pemakaian, serta pemakaian kata-kata dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya kata masak yang mempunyai beberapa arti dalam pemakaian
kata-kata dalam kehidupan sehari-hari: sudah sampai tua hingga harus dipetik.
Ø Leksikostatistik:
ilmu yang mempelajari umur kata sejak mula adanya dengan menggunakan
rumus-rumus statistik. Digunakan untuk menentukan bahasa induk atau bahasa
proto. Misalnya pada bangsa Spanyol, Perancis, dan Portugis yang meninggalkan
bahasa asli dan menerima bahasa latin sebagai bahasa sehari-hari.