Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas dari dosen kami, mata pelajaran LInguistik Umum
Rabu, 25 November 2015
Artikel Koran, Morfologi
Rabu, 18 November 2015
Morfologi
Pengertian
Bidang
linguistik atau tata bahasa yang mempelajari kata dan proses pembentukan kata
secara gramatikal disebut morfologi. Dalam beberapa buku tata bahasa, morfologi
dinamakan juga tata bentukan. Satuan ujaran yang mengandung makna (leksikal
atau gramatikal) yang turut serta dalam pembentukan kata atau yang rnenjadi
bagian dari kata disebut morfem.Berdasarkan potensinya untuk dapat berdiri
sendiri dalam suatu tuturan, morfem dibedakan atas dua macam yaitu :
- morfem terikat, morfem yang tidak mempunyai
potensi untuk berdiri sendiri, sehingga harus selalu hadir dengan mengikatkan
dirinya dengan modem bebas lewat proses morfologs, atau proses pembentukan
kata, dan
- morfem bebas, yang secara potensial mampu berdiri sendiri
sebagai kata dan secara gramatikal menduduki satu fungsi dalam kalimat.
Dalam bahasa Indonesia morfem bebas disebut juga kata dasar. Satuan ujaran seperti buku, kantor, arsip, uji, ajar, kali, pantau, dan liput merupakan modem bebas atau kata dasar; sedang me-, pe-, -an, ke - an, di ,swa-, trans-, -logi, -is merupakan morfem terikat. Sebuah morfem, jika bergabung dengan morfem lain, sering mengalami perubahan. Misalnya, morfem terikat me- dapat berubah menjadi men-, mem-, meny-, menge-, dan menge- sesuai dengan lingkungan yang dimasuki. Variasi modem yang terjadi karena pengaruh lingkungan yang dimasuki disebut alomorf.
Proses morfologis adalah proses
pembentukan kata dari suatu bentuk dasar menjadi suatu bentuk jadian. Proses
ini, meliputi afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (pengulangan), dan komposisi
(pemajemukan).
Sebelum diuraikan lebih lanjut tentang ketiga proses
morfologis di atas perlu ditegaskan terlebih dahulu tiga istilah pokok dalam
proses ini, Yaitu kata dasar, bentuk dasar, dan unsur langsung.
Kata dasar: kata yang
belum berubah, belum mengalami proses morfologis, baik berupa proses penambaban
imbuhan, proses pengulangan, maupun proses pemajemukan.
Bentuk dasar : bentuk yang
menjadi dasar dalam proses morfologis, dapat benupa kata dasar, kata
berimbuhan, kata ulang, dan dapat pula berupa kata majemuk. Unsur langsung
: bentuk dasar dan imbuhan yang membentuk kata jadian.
Afiksasi (Penambahan Imbuhan)
Dalam tata bahasa tradisional afiks disebut imbuhan,
yaitu morfem terikat yang dapat mengubah makna gramatikal suatu bentuk dasar.
Misalnya me- dan -kan, di- dan -kan, yang dapat
mengubah arti gramatikal seperti arsip menjadi mengarsipkan,
diarsipkan. Proses penambahan afiks pada sebuah bentuk dasar atau kata
dasar imiah yang disebut afiksasi. Afiks yang terletak di
awal bentuk kata dasar. seperti ber-, di-; ke-, me-, se-, pe-, per-, ter-,
pre-, swa-, adalah prefiks atau awalan. Yang disisipkan di dalam
sebuah kata dasar, seperfi -em, -er-, -el-, di-sebut infiks atau
sisipan. Yang terletak di akhir kata dasar, seperti -i -an, -kan, -isme,
-isasi, -is, -if dan lain-lain dinamakan sufiks atau akhiran.
Gabungan
prefiks dan sufiks yang membenluk satu kesatuan dan bergabung dengan kata
dasarnya secara serentak seperti: ke-an pada kata keadilan,
kejujuran, kenakalan, keberhasilan, kesekretarisan, pe-an seperti pada kata
pemberhentian, pendahuluan, penggunaan, penyatuan, dan per-an sebagaimana
dalam kata pertukangan, persamaan, perhentian, persatuan dinamakan
konfiks. karena konfiks sudah membentuk
satu kesaman, maka harus tetap dihitung satu morfem. Jadi kata pemberhentian
dihitung tiga morfem, bukan empat, Bentuk dasarnya henti, satu morfem,
mendapat prefiks ber-, satu morfem, dan mendapat konfiks pe-an
yang juga dihitung Satu morfem, maka semuanya tiga morfem.
Fungsi dan Arti Afiks
Tidak semua afiks dibicarakan di sini. Yang akan
dibahas hanya afiks-afiks yang memiliki frekuensi kemunculan dalam soal-soal
tinggi.
1. Prefiks me-, berfungsi membentuk kata kerja atau verba. Prefiks
ini mengandung arti struktural.
- 'melakukan tindakan seperti tersebut dalam kata
dasar' contoh:
menari, melompat, mengarsip, menanam, menulis, mencatat. - 'membuat jadi atau menjadi' contoh: menggulai,
menyatai, menjelas, meninggi, menurun, menghijau, menua
- mengerjakan dengan alat' contoh: mengetik, membajak, mengail
mengunci, mengetam
- berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai'
contoh: membujang, menjanda, membabi buta
- mencari atau mengumpulkan' contoh: mendamar,
merotan.
- dll.
2. Prefiks ber, berfungsi membentuk kata kerja (biasanya dari kata
benda, kata sifat, dan kata kerja sendiri) Prefiks ini mengandung arti:
- 'mempunyai' contoh: bernama, beristri,
beruang, berjanggut
- 'memakai' contoh:berbaju biru, berdasi,
berbusana.
- melakukan tindakan untuk diri sendiri
(refleksif)' contoh: berhias, bercukur, bersolek
- 'berada dalam keadaan' contoh: bersenang-senang,
bermalas-malas, berpesta-ria, berleha-leha.
- 'saling', atau 'timbal-balik' (resiprok) contoh:
bergelut, bertinju bersalaman, berbalasan.
- dll.
3. Prefiks pe-, berfungsi membentuk kata benda.(dan kata kerja, kata
sifat, dan kata benda sendiri). Prefiks ini mendukung makna gramatikal:
- 'pelaku tindakan seperti tersebut dalam kata
dasar contoh: penguji, pemisah, pemirsa, penerjemah, penggubah,
pengubah, penatar, penyuruh, penambang.
- 'alat untuk me...' contoh: perekat,
pengukur, penghadang, penggaris
- 'orang yang gemar' contoh: penjudi, pemabuk,
peminum, pencuri pecandu, pemadat.
- 'orang yang di ...' contoh: petatar, pesuruh.
- 'alat untuk ...' contoh: perasa, penglihat,
penggali.
- dll.
4. Prefiks per-, befungsi membentuk kata kerja imperatif. Mengandung
arti:
- 'membuat jadi' (kausatif) contoh: perbudak,
perhamba, pertuan.
- 'membuat Iebih' contoh: pertajam, perkecil,
perbesar, perkuat
- `menbagi jadi' contoh: pertiga, persembilan dll.
5. Prefiks di-, berfungsi membentuk kata kerja, dan menyatakan makna
pasif, contoh: diambil, diketik, ditulis, dijemput, dikelola.
6. Prefiks ter-, berfungsi membentuk kata kerja (pasif) atau kata
sifat. Arti yang dimiliki antara lain ialah :
- ' dalam keadaan di ' contoh: terkunci,
terikat, tertutup, terpendam, tertumpuk, terlambat.
- ' dikenai tindakan secara tak sengaja ',
contoh:tertinju, terbawa, terpukul.
- ' dapat di- ', contoh: terangkat, termakan,
tertampung.
- ' paling (superlatif) ', contoh: terbaik,
terjauh, terkuat, termahal, terburuk.
- dll.
7. Prefiks ke-, berfungsi membentuk kata bilangan tingkat dan kata
bilangan kumpulan, kata benda, dan kata kerja. Sebagai pembentuk kata benda,
prefiks ke- bermakna gramatikal 'yang di ... i', atau 'yang di
... kan', seperti pada kata kekasih dan ketua.
8. Sufiks -an, berfungsi membentuk kata benda. Prefiks ini
mengandung arti :
- ' hasil ' atau ' akibat dari me- ' contoh: tulisan,
ketikan, catatan, pukulan, hukuman, buatan,tinjauan, masukan.
- ' alat untuk melakukan pekerjaan ' contoh: timbangan,
gilingan, gantungan.
- ' setiap ' contoh: harian, bulanan, tahunan,
mingguan.
- ' kumpulan ', atau ' seperti ', atau ' banyak '
contoh: lautan, durian, rambutan.
- dll.
9. Konfiks ke-an, berfungsi membentuk kata benda abstrak, kata sifat,
dan kata kerja pasif. Konfiks ini bermakna :
- ' hal tentang ' contoh: kesusastraan,
kehutanan, keadilan, kemanusiaan, kemasyarakatan, ketidakmampuan,
kelaziman.
- ' yang di...i ' contoh: kegemaran ' yang
digemari ', kesukaan ' yang disukai ', kecintaan ' yang dicintai
'..
- ' kena ', atau ' terkena ' contoh: kecopetan,
kejatuhan, kehujanan, kebanjiran, kecolongan.
- ' terlalu 'contoh :kebesaran, kekecilan,
kelonggaran, ketakutan.
- ' seperti ' contoh : kekanak-kanakan,
kemerah-merahan.
- dll.
10. Konfiks pe-an, berfungsi membentuk kata benda. Arfi konfiks ini di
antaranya ialah :
- ' proses ' contoh: pemeriksaan ' proses
memeriksa ', penyesuaian 'proses menyesuaikan ', pelebaran
' proses melebarkan '.
- ' apa yang di- ' contoh: pengetahuan '
apa yang diketahui ', pengalaman ' apa yang dialami ' , pendapatan
' apa yang didapat '
- dll.
11. Konfiks per-an, befungsi membentuk kata benda. Arti konfiks ini
ialah:
- ' perihal ber- ' contoh: persahabatan '
perihal bersahabat ', perdagangan ' perihal berdagang ', perkebunan
' perihal berkebun ', pertemuan ' perihal bertemu '.
- ' tempat untuk ber- ' contoh: perhentian,
perburuan persimpangan, pertapaan.
- ' apa yang di ' contoh: pertanyaan,
perkataan.
- dll.
Afiks Produktif dan Afiks Improduktif
Afiks produktif ialah afiks
yang mampu menghasilkam terus dan dapat digunakan secara teratur membentuk
unsur-unsur baru. Yang termasuk afiks produktif ialah: me-, di-, pe-, ber-,
-an, -i, pe-an, per- an, dan ke-an. Sedangkan yang termasuk afiks
improduktif ialah: sisipan -el-, -em-, er-, atau akhiran
-wati, Afiks Serapan
Untuk memperkaya khazanah bahasa Indonesia, kita menyerap unsur-unsur dari
bahasa daerah dan bahasa asing. Conloh afiks serapan :
- dwi- : dwlingga,
dwipurwa, dwiwarna, dwipihak, dwifungsi.
- pra- : praduga,
prasangka, prasejarah, prasarana, prakiraan, prasaran, prabakti, prasetia,
prawacana, prakata.
- swa- : swalayan.
swadesi, swasembada, swapraja, swatantra, swadaya, swasta.
- awa- : awamang,
awagas, awabau, awaracun, awalengas.
- a-, ab- : asusila,
amoral, ateis, abnormal.
- anti- : antipati,
antiklimaks, antitoksin, antihama, antiseptik
- homo- : homogen,
homoseks, homofon, homonim, homograf, homorgan.
- auto- :
autodidak, autokrasi, autobiografi, automobil, autonomi.
- hipo- : Hiponim,hipotesis,
hipokrit, hipovitaminosis.
- poli- : polisemi,
poligami, poliandri, polisilabis, poliklinik
- sin- : sintesis,
sinonim, sintaksis, sinkronis, simpati, simposium
- tele- : telepon,
telegraf, telegram, telepati, teleskop, teleks.
- trans- : transaksi,
transisi, transportasi, transkripsi, transmisi, transliterasi,
transfirmasi, transmigrasi,transfer, transitif.
- inter- : interaksi,
interelasi, interupsi, internasional, intersuler, intermeso, interlokal,
dan lain - lain.
- isasi- : modernisasi,
tabletisasi, pompanisasi, kuningisasi, dan lain-lain
Reduplikasi (Pengulangan)
Reduplikasi adalah proses
pembentukan kata dengan cara mengulang bentuk dasar. Ada beberapa macam
reduplikasi, sebagai berikut :
- Kata ulang penuh, yaitu yang diperoleh dengan mengulang seluruh bentuk dasar ; ada
dua. macam :
- Yang bentuk dasarnya sebuah morfem bebas,
disebut dwilingga :
ibu-ibu, buku-buku, murid-murid
- Yang bentuk dasarnya kata berimbuhan : ujian-ujian,
kunjungan-kunjungan, persoalan-persoalan
- Dwipurwa, yang
terjadi karena pengulangan suku pertama dari bentuk dasarnya :reranting,
lelaki, leluhur, tetangga, kekasih, lelembut
Di antara dwipurwa ada yang mendapat akhiran, seperti kata ulang pepohonan, rerumputan, dan tetanaman. - Dwilingga salin suara adalah dwilingga yang mengalami perubahan bunyi : sayur-mayur,
mondar-mandir, gerak-gerik, bolak-baliki, seluk-beluk, compang-camping,
hingar-bingar, hiruk-pikuk, ramah-tamah, serba-serbi, serta-merta, dan
lain-lain.
- Kata ulang berimbuhan : berjalan-jalan, anak-anakan, guruh-gem uruh, rias-merias,
tulis-menulis, berbalas-balasan, kekanak-kanakan, mengulur-ulur,
meraba-raba, menjulur-julurkan, dan lain-lain.
- Kata ulang semu ( bentuk ini sebenarnya merupakan kata dasar, jadi bukanhasil pengulangan
atau redupikasi ) :laba-laba, ubur-ubur, undur-undur, kupu-kupu,
dan empek-empek.
Arti Reduplikasi
Reduplikasi menyatakan arti antara lain sebagai
berikut:
- 'Jamak'
Murid-murid berkumpul di halaman sekolah. Di perpusatakaan
terdapat buku-buku pelajaran.
- 'intensitas kualitatif'
Anto menggandeng tangan Anti erat-erat. Baju yang dijual di
toko itu bagus-bagus.
- 'intensitas kuantitatif'
Berjuta-juta penduduk Bosnia menderita akibat perang
berkepanjangan. Kapal itu mengangkut beratus-ratus peti kemas.
- 'intensitas frekuentatif'
Orang itu berjalan mondar-mandir. Pada akhir bulan ini ayah pergi-pergi
saja. Berkali-kali anak itu dimarahi ibunya.
- 'melemahkan'
Warna bajunya putih kehijau-hijauan. Wati tersenyum kemalu-maluan
melihat calon mertuanya datang.
- 'bermacam-macam'
Pepohonan menghiasi puncak bukit itu. lbu membeli buah-buahan.
Sayur-mayur dijual di pasar itu.
- 'menyerupai'
Tingkah laku orang itu kekanak-kanakan. Orang-orangan dipasang di
tengah sawah. Adik bermain mobil-mobilan.
- 'resiproks (saling)'
Mereka tolong-menolong menggarap ladang. Kedua anak itu
berpukul-pukulan setelah cekcok mulut
- 'dalam keadaan'
Dimakannya singkong itu mentah-mentah. Pada zaman jahiliyah
banyak orang dikubur hidup-hidup.
- 'walaupun meskipun'
Kecil-kecil, Mang Memet berani juga melawan perampok itu.
- 'perihal'
Ibu-ibu PKK di Kampung Bugis menyelenggarakan kursus masak-memasak
dan jahit-menjahit. Sekretatis di kantor kami bukan hanya
menangani surat-menyurat, tetapi juga pembukuan dan daftar gaji pegawai.
- 'seenaknya, semaunya atau tidak serius'
Saya melihat tiga orang remaja duduk-duduk di hawah pohon Kerjanya
hanya tidur-tiduran saja. Adik membaca-baca majalah di
kamar.
- 'tindakan untuk bersenang-senang'
Mereka makan-makan di restoran tadi malam
Komposisi
Komposisi ialah proses
pembentukan kata majemuk atau kompositum. Kata majemuk ialah gabungan
kata yang telah bersenyawa atau membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti
baru, contoh : kamar mandi, kereta api, rumah makan, baju tidur.
Gabungan kata yang juga membentuk satu kesatuan, tetapi tidak menimbulkan makna
baru disebut frase, contoh: sapu ijuk, meja itu, kepala botak, rambut
gondrong, mulut lebar.
Jenis kata Majemuk
- Kata majemuk setara, yang masing-masing unsurnya berkedudukan sama, contoh : tua muda,
laki bini, tegur sapa, besar kecil, ibu bapak, tipu muslihat dan
baik buruk
- Kata majemuk bertingkat, yaitu yang salah satu unsurnya menjelaskan unsur yang lain. Jenis
kata majemuk itu bersifat endosentris, yakni salah satu unsurnya dapat
mewakili seluruh konstruksi, contoh : kamar mandi, sapu tangan, meja
gambar, dan meja tulis.
Kelas Kata
Kata ialah satuan bahasa terkecil yang mengandung
arti, baik arti leksikal maupun arti gramatikal, dan yang dapat berdiri sendiri
serta dapat dituturkan sebagai bentuk bebas. Ada dua jenis kata: kata dasar,
yakni kata yang belum mengalami proses morfologis, dan kata jadian,
yakni kata yang sudah mengalami proses morfologis. Yang termasuk kata jadian
ialah kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk. Kata dasar
sering juga dinamakan kata tunggal, yaitu kata yang hanya terdiri atas
satu morfem, sedangkan kata Jadian yang terdiri atas beberapa morfem, disebut
juga kata kompleks. Kelas kata ialah pengelompokan kata berdasarkan
perilaku atau sifat kata tersebut dalam kalimat. Kata-kata yang memiliki sifat
atau perilaku sama dikelompokkan dalam satu kelas kata. Misalnya:
la tidak belajar.
Ia bukan pelajar. Ia agak
tinggi.Ia tidak membaca. Ia bukan pemalas. Ia lebih tinggi. la
tidak bekerja. Ia bukan guru. Ia paling tinggi. Kata belajar, membaca,
bekerja mempunyai perilaku sama, dan karena itu ketiga kata tersebut
dikelompokkan menjadi satu kelas kata. Sebaliknya kata pelajar berbeda
dari kata belajar; terbukti bahwa kata pelajar tidak dapat
ditempatkan setelah kata tidak. Selanjutnya kata belajar maupun pelajar
berbeda dari kata tinggi; terbukti bahwa kedua kata itu tidak dapat
didahului oleh kata agak, lebih atau paling. Berdasarkan
perilakunya seperti di atas, kata belajar, membaca, dan bekerja dikelompokkan
ke dalam satu kelas kata kerja. Kata pelajar, pemalas, guru digolongkan
ke dalam kelas kata benda. Sedang kata-kata yang sama dengan kata tinggi
dikelompokkan menjadi satu kelas kata sifat. Selain ketiga kelas
tersebut terdapat kelas lain, yakni kelas kata tugas .
Kata Benda
Kata benda disebut juga
nomina (substantiva), yaitu
semua kata yang dapat diterangkan atau yang diperluas dengan frase yang +
kata sifat. Misalnya :
- bunga yang indah,
- sekretaris yang terampil,
- guru yang bijaksana,
- siswa yang cendekia,
- Tuhan yang Maha Esa,
- udara yang segar,
- persoalan yang rumitl,
- perjanjian yang gagal,
- keadilan yang rapuh.Semua kata yang tercetak
miring adalah nomina.
Dalam sebuah wacana, sering kata benda diganti
kedudukannya oleh kata yang lain. Misalnya:
"Kemarin Amir, mengatakan kepada Hendro dan Herman bahwa Amir akan
menemui Hendro dan Herman di tempat yang sama". yang sering dan lebih
wajar jika dituturkan kembali menjadi: "Kemarin Amir mengatakan kepada
Hendro dan Herman bahwa dia akan menemui mereka di tempat yang sama'. Kata
dia yang menggantikan Amir dan mereka yang menggantikan Hendro dan
Herman adalah kata ganti atau pronomina. Dalam tata bahasa
tradisional kata benda dibedakan atas:
- Kata benda abstrak,seperti kejujuran.
- Kata benda konkret, misalnya gedung.
- Kata benda nama diri, yang huruf awalnya selalu
ditulis dengan huruf kapital, misalnya Amir Kata benda kumpulan,
seperti regu, masyarakat, tim, kelas, keluarga.
Selanjutnya kata ganti juga dibedakan atas beberapa
subkelas :
- Kata ganti orang : dia, mereka, engkau,
saudara, anda.
- Kata ganti tunjuk : ini, itu.
- Kata ganti hubung: yang, tempat, serta.
- Kata ganti tanya : apa, siapa, kapan, berapa.
Kata Kerja
adalah Semua kata yang dapat diperluas atau dijelaskan
dengan frase dengan + kata sifat, misalnya :
- membaca dengan lancar,
- belajar dengan sungguh-sungguh,
- berpakaian dengan rapi,
- makan dengan lahap,
- berjalan dengan santai,
- tidur dengan nyenyak,
Kata kerja atau verba dibedakan atas :
- Kata kerja transitif,
yaitu kata kerja yang memadukan objek, contoh : membeli, memikirkan,
mengutarakan, membahas, menertawakan, memahami, menanamkan.
Antara verba transitif dengan objek langsung tidak boleh disela oleh
preposisi atau kata depan. Jadi bentuk ujaran seperti : "Panitia
membicarakan tentang keuangan" tidak benar atau rancu. Kalimat di atas
dapat dibakukan dengan menghilangkan kata tentang.
- Kata kerja transitif ganda,
ialah kata kerja yang memerlukan objek dua, contoh: membelikan, dan membawakan
dalam kalimat
a. Ayah membelikan adik sepeda mini;
b. Kakak membawakan kakek barang bawaannya.
- Kata kerja intransitif,
ialah kata kerja yang tidak memerlukan objek, contoh : berlari, berdiri,
tertawa, menyanyi, merokok, melamun.
- Kata kerja reflektif,
yang menyatakan tindakan untuk diri sendiri, contoh : bersolek, berhias, bercukur, bercermin,
mengaca.
- Kata kerja resiproks,
yang menunjukkan tindakan atau perbuatan berbalasan atau menyatakan makna
saling, contoh : bergelut, berpandangan,
bergandengan, bertinju, pukul-memuku,l surat-suratan, senggol-senggolan.
Sehubungan dengan kata kerja ini, kita sering membuat kesalahan dengan
menambahkan kata saling di depan kata kerja ini, misalnya:
saling tolong-menolong, saling bergandengan, saling bertinju.
Semua bentuk pengungkapan tersebut salah atau rancu, dan dapat dibetulkan
dengan menghilangkan kata saling, atau mengubah menjadi saling
menolong, saling menggandeng, saling meninju.
- Kata kerja instrumental,
yang menunjuk sarana perbuatan : mengetik, bermotor, bersepeda,
membajak, dan mengetam.
- Kata kerja aktif,
yang subjeknya melakukan tindakan seperti yang dimaksud. Biasanya berawalan
me- atau ber-, contoh : menyanyi, mengungkit, berdebat, dan
bermalam.
- Kata kerja pasif,
yang subjeknya menjadi sasaran dari tindakan dimaksud. Biasanya berawalan
di-, ter- dan berimbuhan ke- an. contoh : dibahas, diminati,
diulang, terpukul, tertindas, kecopetan.
Kata kerja yang menduduki fungsi predikat disebut kata kerja finit (predikatif),
sedang kata kerja yang berfungsi nominal atau berfungsi sebagai kata benda,
yang menduduki fungsi subjek atau objek, dinamakan kata kerja infinit
(substantiva). Misalnya dalam kalimat :
Belajar itu penting dan la belajar membaca. Belajar dan membaca
adalah verba lnfinit.
Kata Sifat
Semua kata yang dapat diperluas dengan kata lebih,
paling, sangat, atau mengambil bentuk se-reduplikasi-nya, adalah
kata sifat. Kata ini disebut juga adjektiva, contoh :
lebih cermat, agak membosankan, sangat cantik,
semahal-mahalnya
lebih bijaksana, paling enak, sangat mahal,
sebaik-baiknya
lebih bahagia, tua sekali, sangat pandai,
sejelek-jeleknya
paling menarik, cantik sekali, kurang berharga,
seteliti-telitinya
Kata sifat dikatakan berfungsi atributif jika
digunakan untuk menjelaskan kata benda, dan kata sifat tersebut bersama-sama
dengan kata bendanya membentuk frase nominal. Jika digunakan sebagai predikat
sebuah kalimat ia dikatakan berfungsi predikatif Perhatikan contoh
berikut :
(1) Mahasiswa baru itu sedang mengikuti penataran
P4.
(2) Buku itu baru.
Kata baru dalam kalimat (1) berfungsi
atributif, sedangkan dalam kalimat (2) berfungsi predikatif.
Kata Tugas
Kata yang berfungsi total, memperluas atau
mentransformasikan kalimat dan tidak dapat menduduki jabatan-jabatan utama
dalam kalimat, seperti kata dan, di, dengan, dll. dikelompokkan ke dalam
kelas kata tugas. Yang termasuk kata tugas ialah :
(1) Kata depan atau preposisi : di, ke, dari
(2) Kata hubung atau konjungsi : dan, atau, karena,
dengan
(3) Kata sandang atau artikula : si, sang, para,
kaum
(4) Kata keterangan atau adverbia : sangat, selalu,
agak, sedang, secepat-cepatnya
1. Ciri - ciri Kata Tugas
- Tidak dapat berdiri sendiri sebagai tuturan yang
bebas.
- Tidak, pernah mendapat imbuhan atau mengalami
afiksasi. Perhatikan, kata ke, dari, di, tetapi, telah, akan, dsb.,
tidak mengalami afiksasi !
- Berfungsi menyatakan makna gramatikal kalimat.
Sebuah kalimat akan berubah artinya jika kata tugasnya diganti dengan kata
tugas yang lain. Perhatikan contoh di bawah ini :
- Herman sedang mandi
- Herman sudah mandi
- Herman belum mandi
- Herman akan mandi
- Herman selalu mandi
- Herman pernah mandi
- Jumlah kata tugas hampir tidak, berkembang karena
sifat keanggotaannya tertutup. Ini berbeda sekali dengan kata benda, kata
kerja atau kata sifat yang terus berkembang dan diperkaya oleh kata-kata
baru.
2. Fungsi Kata Tugas
Fungsi kata tugas ialah untuk menperluas atau
menyatakan hubungan unsur-unsur kalimat dan menyatakan makna gramatikal atau
arti struktural kalimat tersebut. Secara terinci kata tugas berfungsi untuk
menunjukkan hubungan :
- arah : di, ke, dati
- pelaku perbuatan : oleh
- penggabungan : dan, lagi, pula, pun, serta,
tambahan
- kelangsungan : sedang, akan, sudah, belum,
pernah, sesekali
- waktu : ketika, tatkala, selagi, waktu, saat,
sejak
- pemilihan : atau
- pertentangan : tetapi, padahal, namun, walaupun,
meskipun, sedangkan
- pembandingan : seperti, sebagai, penaka, serasa,
ibarat, bagai, daripada, mirip, persis
- persyaratan : jika, asalkan,kalau,jikalau,sekiranya,
seandainya, seumpama, asal
- sebab : sebab, karena, oleh karena
- akibat : hingga, sehingga, sampai-sampai, sampai,
akibatnya
- pembatasan : hanya, saja, melulu, sekadar,
kecuali
- pengingkaran : bukan, tidak, jangan
- peniadaan : tanpa
- penerusan : maka, lalu, selanjutnya, kemudian
- penegasan : bahwa, bahwasanya, memang
- derajat : agak, cukup, kurang, lebih, amat,
sangat, paling
- tujuan : agar, biar, supaya, untuk
- peningkatan : makin, semakin, kian, bertambah
- penyangsian : agaknya, kalau-kalau, jangan-jangan
- pengharapan : moga-moga, semoga, mudah-mudahan,
sudilah
- orangan : sang, si, yang, para, kaum
- menjelaskan : ialah, adalah, yaitu, yakni,
merupakan
Kata tugas yang menyatakan hubungan arah di dan
ke, yang merupakan kata yang penuh berdiri sendiri dan dipisahkan dari kata
yang mengikuti, sering dikacaukan dengan prefiks di- dan ke- yang
harus digabung dengan bentuk dasarnya.
Perhatikan perbedaan berikut:
- di sini , ke sini, ditulisi, kedua
- di sana, ke samping, dikemukakan, kegemaran
- di dalam, ke luar daerah, dikelilingi, kekasih
- di bawah, ke Surabaya, dikeluarkan, kedalaman
- di luar kota, ke utara, diutarakan, keringanan
